Sales yang iri pada produknya sendiri
Reza, 29 tahun, lima tahun menjadi sales software B2B di Jakarta. Setiap kali demo produk, diam-diam ia lebih ingin menjadi orang yang membangunnya.
Mulai dari nol di usia 29
Keputusannya terasa seperti pertaruhan.
- Tidak punya gelar IT dan takut kalah bersaing dengan lulusan informatika
- Ritme kerja kejar target sulit diganti dengan belajar yang pelan
- Khawatir gaji turun drastis saat pindah jalur
Kurikulum dipecah jadi target mingguan
Reza memulai dari “Dasar Python: Belajar Pemrograman dari Nol”, dan fitur fokus harian Bina Course memecah kurikulumnya menjadi target kecil terukur — cara kerja yang sudah lima tahun ia jalani sebagai sales. Sepulang kerja ia mengejar “kuota” belajarnya: modul, latihan, proyek.
Skill sales yang ternyata jadi aset
Reza terbiasa menjelaskan hal rumit ke orang awam — dan kebiasaan menjawab petunjuk bertahap dari AI coach dengan penalaran sendiri membuatnya lihai mengomunikasikan keputusan teknis. Di skill test internal, kemampuan itu langsung menonjol.
Pindah meja di perusahaan yang sama
Saat kantornya membuka posisi engineer internal, Reza mendaftar dan lolos. Kini ia membangun software yang dulu ia jual — tanpa gelar IT, tanpa pindah kantor.
Bina Course

