Ditolak sebelum sempat dinilai
Fajar, 21 tahun, lulusan SMK jurusan TKJ di Semarang. Lamarannya berhenti di syarat yang sama berulang kali: minimal S1.
Melawan filter ijazah
Kemampuannya tidak pernah sampai ke tahap dites.
- Belasan lamaran gugur di screening administrasi
- Belajar Android otodidak, tetapi kodenya berantakan tanpa standar
- Tidak punya portofolio yang bisa membuktikan kemampuannya
Menyusun ulang fondasi, lalu naik ke Flutter
Fajar membongkar kebiasaan lamanya lewat “Algoritma 101” dan “Dasar JavaScript: Pemrograman Web Interaktif” — fondasi yang dulu ia lompati saat otodidak — sebelum masuk ke Flutter. Proyek demi proyek modul, ia membangun aplikasi finansial lengkap dengan autentikasi, transaksi, dan pengujian.
Portofolio yang berbicara lebih keras dari gelar
Program penyaluran Bina Course meneruskan profil Fajar ke perusahaan partner yang menilai lewat skill test, bukan ijazah. Sertifikat kelulusan dan lima proyek production-grade di GitHub-nya menjadi tiket masuk.
Engineer termuda di timnya
Fajar lolos skill test dan bergabung dengan tim aplikasi sebuah bank digital — engineer termuda di sana. Syarat “minimal S1” tidak pernah ditanyakan lagi.
Bina Course

