Hidup di dalam spreadsheet
Bimo, staf operasional distributor FMCG di Surabaya, membuka Senin paginya dengan ritual yang sama: menyalin ribuan baris penjualan ke rekap mingguan. Enam jam, setiap pekan, selama empat tahun.
Ketika Excel menyerah lebih dulu
Data tumbuh lebih cepat daripada kemampuannya mengolah.
- File rekap makin berat dan sering crash
- Makro Excel mentok untuk kebutuhan yang makin rumit
- Tidak ada satu pun orang di kantornya yang bisa mengajari SQL
Dari rumus ke pipeline
Bimo menuntaskan “Dasar SQL: Menguasai Bahasa Query Database” lalu naik ke “Data Science: Dari Data Mentah ke Insight” untuk belajar mengolah data dengan Python. Proyek akhirnya persis masalah kantornya: rekap mingguan yang membangun dirinya sendiri.
Belajar dari data yang benar-benar kotor
Proyek modul di Bina Course memakai data kasus nyata — duplikat, format tanggal kacau, angka hilang — bukan dataset mainan yang rapi. Setiap query yang ia tulis dievaluasi AI secara real-time, jadi kesalahan ketahuan sebelum jadi kebiasaan.
Rekap enam jam jadi lima menit
Bimo kini data engineer di perusahaan retail nasional. Rekap Senin yang dulu menyita paginya sekarang selesai otomatis sebelum ia bangun.
Bina Course

